Teknologi Poliuretan

Apa itu bekas luka?

Bekas luka selalu terjadi ketika lapisan luar kulit, epidermis, terpotong dan cedera mencapai dermis. Karena tubuh kita tidak dapat mengganti jaringan khusus yang rusak, luka "diperbaiki" dengan jaringan penyambung. Sebagai hasilnya, luka menjadi bekas luka, yang tidak memiliki peredaran darah yang baik, seringkali tidak rata dan kurang elastis, dan warnanya mungkin berbeda.

Jenis bekas luka

Bekas luka hipertrofik dapat digambarkan sebagai menonjol, kemerahan, jaringan penyambung yang cenderung lebih tinggi dari kulit di sekitarnya dan terbatas pada area luka aslinya.

Keloid adalah bekas luka yang timbul setelah beberapa bulan, tersebar di luar area luka aslinya sebagai hasil dari produksi serabut jaringan penyambung yang berlebih. 

Bekas luka atrofi terletak di bawah jaringan kulit sekelilingnya dan sebagian besar disebabkan oleh jumlah serabut kolagen yang kurang dalam luka aslinya. Untuk keterangan lebih lanjut, klik di sini.

Apa itu?

Dalam perawatan bekas luka, dapat didemonstrasikan bahwa bantalan yang terbuat dari poliuretan yang ramah kulit, teknologi standar yang dibuktikan oleh rumah sakit dalam perawatan luka, memberi tekanan pada bekas luka dan meningkatkan suhu bekas luka. Dua tindakan fisik ini memiliki efek yang nyata pada penyusunan ulang alami jaringan bekas luka: aktivitas kolagenase, enzim penting untuk proses perubahan bentuk, ditingkatkan, mikrosirkulasi pada bekas luka diaktifkan dan aliran darah yang lebih baik dicapai.

Bagaimana cara berkerjanya?

Hansaplast Scar Reducer adalah perawatan efektif yang membantu mengurangi penampakan bekas luka hipertrofik dan keloid. Penelitian klinis membuktikan dukungannya dalam proses perubahan bentuk jaringan parut*. Poliuretan meningkatkan suhu dan sirkulasi darah dalam jaringan,mengaktifkan metabolisme tubuh dan mendukung restrukturisasi jaringan yang berhubungan. Hasil awal bekas luka yang lebih pucat dan halus mulai tampak setelah 3-4 minggu dengan keberhasilan diharapkan setelah 8 minggu perawatan terus-menerus.

* Klopp R et al., Journal of Wound Care 200; 9(7):319-324
Mensing H. et al., Aktuelle Dermatologie 2003; 29:230-235
Schmidt, A. et al., Treating. Journal of Wound Care 2001;10(5):149-153
Wigger-Alberti W et al., Journal of Wound Care 2009; 18(5):208-14