Asam Salisilat

Apa itu?

Asam Salisilat adalah bahan aktif yang digunakan dalam Hansaplast Corn Plaster (dan Hansaplast Callous Plaster). Asam Salisilat adalah bahan yang standar dan diterima dalam perawatan kapalan dan mata ikan. Melembutkan lapisan kulit yang kapalan dan juga epitel yang mengeras (inti dari mata ikan) dan berinteraksi dengan konstituen sel dan zat antar sel di lapisan kulit luar untuk mendukung lepasnya sel kulit (corneocytes).

Prinsip kerja

Efek dari asam salisilat dapat ditemukan pada lapisan atas kulit. Asam beraksi dengan melonggarkan struktur antar sel, yang menyatukan sel horny pada mata ikan. Ini meningkatkan hidrasi, yang menyebabkan mata ikan mengembang dan melembut (proses yang disebut aksi keratolitik) - karena itu, pembuangan sel kulit secara mekanis dibantu. Plester harus dipasang pada kulit yang kering dan bersih dan dikenakan selama dua hari. Hasil seharusnya tampak setelah empat hari. Untuk lebih banyak informasi, klik di sini.

Apa itu mata ikan?

Mata ikan muncul jika kulit terkena tekanan yang permanen dan terpusat. Kulit kemudian bereaksi dengan membangun area horny yang lebih tebal (kulit kapalan) untuk melindungi dirinya dari tekanan. Jika tekanan terpusat pada kulit berlanjut, kulit yang kapalan menebal dan berkembang menjadi mata ikan. Akhirnya, pada titik pusat tekanan paling tinggi, terbentuk kumpulan kulit kapalan berbentuk kerucut kecil.

Penyebab mata ikan

Tekanan yang terpusat adalah salah satu penyebab utama terjadinya mata ikan. Tekanan dari luar pada kulit kaki menghadapi perlawanan dari tulang dan dikombinasikan dengan gesekan, misalnya ketika jempol kaki bergesek dengan sepatu. Karena itu, penyebab utama mata ikan adalah sepatu yang tidak pas, kaus kaki yang terlalu ketat, berdiri terlalu lama, kaki rata, kelainan tulang, dan gerakan berjalan yang tidak normal.