Mitos atau Fakta Tentang Luka: Terbuka atau Tertutup
Sudah sekian lama kita percaya bahwa membiarkan luka ringan dan luka gores terbuka itu akan membantu luka agar cepat pulih. Padahal berdasarkan riset panjang sudah terbukti fakta itu tidak benar!

Sahabat Hansaplast, sekarang saatnya kita cari tahu perbedaan penyembuhan luka ringan saat dibiarkan terbuka atau tertutup.


Luka terbuka

Kering dan akan membentuk koreng:

Koreng merupakan proses alami tubuh untuk melindungi luka dari kuman, tapi koreng bukan cara terbaik untuk memulihkan luka. Koreng menghalangi proses penyembuhan dengan membentuk penghalang dari kulit kering dan mati sehingga membuat jaringan kulit yang sehat harus berusaha untuk membuat jaringan kulit baru dibawahnya dan akhirnya bisa sembuh.


Sangat mungkin berbekas

Keropeng yang terbentuk karena membiarkan luka terbuka terkadang menjadi bekas luka yang tidak kita inginkan.


Berisiko terluka kembali

Keropeng bisa tergores atau terkelupas, terutama terjadi pada anak-anak yang merasakan iritasi atau gatal pada keropeng. Jika hal itu terjadi, maka waktu penyembuhan akan lebih lama dan akan berisiko meninggalkan bekas luka.


Kembali ke atas

Luka tertutup

Mengurangi risiko timbulnya bekas luka

Menutup luka sampai pulih dapat mencegah timbulnya bekas luka, karena mengurangi kemungkinan sel kulit mengering dan terjadinya keropeng.


Mengurangi risiko terkena infeksi

Plester dapat melindungi luka dari paparan air, debu, dan kuman sehingga mencegah risiko terjadinya infeksi.


Perlindungan yang maksimal

Plester luka mempunyai bantalan ekstra yang menambah kenyamanan dan perlindungan ekstra agar luka tidak bertambah parah. Jadi kamu tetap bisa aktif dan luka pun bisa cepat pulih.



Demi perawatan luka yang lebih baik, pastikan kamu selalu sedia Hansaplast Plester yang siap melindungi lukamu pada setiap aktivitasmu. Seperti Hansaplast Aqua Protect yang membantu melindungi luka walaupun aktivitasmu punya risiko luka terkena air.

Kembali ke atas