Header1

MASUK ANGIN

Apasih penyebab masuk angin?Lantas,
bagimana pencegahannya? Yuk, cari tahu!

Masuk Angin

Masuk angin merupakan hal yang sangat umum didengar di berbagai kalangan masyarakat Indonesia, dari ibu rumah tangga hingga pekerja professional di berbagai bidang. Setiap kita merasa kurang enak badan, apalagi disertai dengan sakit kepala, pilek, batuk, perut terasa kembung, mual, badan pegal-pegal, dan kadang demam atau meriang, kita pasti mengidentifikasikannya sebagai masuk angin. Tapi walau demikian masih banyak yang belum mengerti: Apa sebenarnya masuk angin dan penyebabnya? Mari kita pelajari lebih lanjut.

Masuk angin. Apa sih sebenarnya?

Secara umum, banyak orang berpendapat bahwa masuk angin secara harafiah berarti angin yang masuk ke dalam tubuh. Bagaimana jika dari sudut pandang medis? Dr. Yordan K. PhD, seorang dokter umum dan dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan bahwa istilah masuk angin sendiri tidak dikenal di dunia medis. Dia menjelaskan bahwa hal itu disebabkan gejala tidak menentu yang dialami pasien. “Sebagai salah satu contoh kasus, ada pasien menyampaikan keluhan masuk angin yang disertai dengan batuk dan pilek (flu), sementara ada pasien lainnya datang dengan keluhan masuk angin disertai dengan gejala perut kembung, mual, dan sering bersendawa,” tuturnya. “Hal ini tentunya memerlukan penanganan yang berbeda. Oleh karena itu dibutuhkan beberapa tahap pemeriksaan, misalnya riwayat sakit pasien, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium.” Dr. Yordan kemudian menyimpulkan bahwa, “Ketimbang penyakit, masuk angin lebih merupakan suatu gejala atau tanda adanya penyakit lain.”

Apa penyebab masuk angin?

Banyak orang menduga faktor terjadinya masuk angin adalah karena berada di ruangan terbuka, kurang tidur, terlambat makan, kehujanan, atau terlalu sering berada dalam ruangan ber-AC. Dari beberapa cerita di atas, dapat disimpulkan ada beberapa kategori penyebab masuk angin yang umumnya kita temukan atau alami:


Gaya hidup

pegang-pala

Gaya hidup adalah faktor penting penyebab terjadinya masuk angin. Jumlah dan tingkat kesulitan pekerjaan yang tinggi, terlalu lama duduk dikantor, bekerja lembur merupakan salah satu penyebab tubuh menjadi lemah sehingga lebih mudah terserang masuk angin. Selain itu, penggunaan AC yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh menjadi mudah lelah dan rentan terhadap penyakit, sehingga dapat memicu terjadinya flu dan pilek yang biasanya jadi gejala masuk angin.


Pola makan

Aktivitas sehari-hari yang padat merupakan faktor utama penyebab lupa atau tidak sempat makan teratur yang membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit. Seperti diceritakan seorang ibu rumah tangga, “Saya sehari-hari sibuk di rumah. Kegiatan saya mulai dari mengurus keluarga hingga membantu usaha bengkel mobil keluarga yang kebetulan berlokasi di rumah. Kadang saat terlalu sibuk jadi lupa makan.” Asupan makanan yang dikonsumsi juga bisa jadi penyebab masuk angin. “Makanan Indonesia kadang berat, apalagi kalau mengandung santan. Lagipula, namanya ibu rumah tangga, kadang lebih memilih mengudap kacang-kacangan atau makanan ringan lainnya yang malah menimbulkan gas.”

jam

Cuaca

angin-malam

Dari sudut pandang profesional medis, Dr. Yordan K. PhD mengatakan, “Penyebab masuk angin pada umumnya bisa disebabkan keadaan lambung yang kosong, tubuh terpapar oleh angin dan dalam keadaan dingin secara terus menerus.” Cuaca atau udara yang dingin membuat tubuh bereaksi dengan cara menyempitkan pembuluh darah mencegah pengeluaran kalori berlebih agar tidak mengalami penurunan suhu tubuh. Namun hal ini mengakibatkan peredaran darah yang kurang lancar dan penumpukan asam laktat hasil metabolisme pada otot, yang menyebabkan pegal-pegal. Selain itu, cuaca dingin juga memperlambat kinerja usus dan membuat lambung terasa kembung dan penuh, bisa sampai mual atau muntah. Gejalap-gejala seperti ini biasanya kita sebut dengan masuk angin.


Bagaimana cara menangani masuk angin?

KOYO

Seperti peribahasa, mencegah tentunya lebih baik dari mengobati. Sangat penting bagi kita untuk selalu menjaga kondisi tubuh dengan istirahat yang cukup, jaga pola makan, berolahraga, dan minum suplemen bila perlu, terutama jika sering lama berada dalam ruangan ber-AC, saat musim hujan atau pancaroba agar tidak mudah terkena penyakit.

Tapi bagaimana jika kita sudah terlanjur terkena masuk angin? Sebagai solusi, ada beberapa metode yang dapat dilakukan. Dalam kenyataannya, banyak orang Indonesia yang lebih memilih jalan tradisional atau alternatif ketimbang minum obat, mulai dari minum air teh atau jahe hangat, pijat, kerokan, mengoleskan minyak kayu putih atau balsem, atau memakai koyo.

Kesamaan metode-metode yang disebutkan di atas adalah menghangatkan tubuh baik dari dalam atau luar, dengan tujuan membuka kembali pembuluh darah yang menyempit dan melancarkan jalan darah dan memberikan rasa nyaman. Penggunaan koyo sangatlah praktis. Dengan menggunakan koyo, aktifitas sehari-hari tidak akan terganggu. Koyo memiliki efek panas untuk waktu yang lama dan lebih kecil kemungkinan efek samping dibandingkan dengan minum obat. Zat aktif pada Hansaplast Koyo memiliki fungsi yang dapat menghangatkan tubuh dan melancarkan pembuluh darah, sehingga memberikan kenyamanan dalam tubuh.

Mengenai penggunaan koyo dari sisi kedokteran, Dr. Yordan mengatakan bahwa pemakaian koyo pada prinsipnya tidak berbahaya dan memberikan efek samping yang minimal apabila dibandingkan dengan obat-obatan yang diminum. Penggunaan koyo sebagai terapi alternatif terapi gejala masuk angin yang disertai dengan badan pegal-pegal bisa dipakai sebagai terapi suportif. Pada koyo biasanya terkandung zat aktif yang memiliki manfaat sebagai analgetik (penghilang rasa sakit) sehingga mampu mengatasi rasa sakit yang diderita pasien. Namun Dr. Yordan mengingatkan, “Perlu diperhatikan pada orang yang memiliki riwayat kulit terlalu sensitif atau alergi karena bisa menimbulkan reaksi inflamasi (peradangan) di lokasi pemakaian koyo.”

Dengan semua informasi yang disebutkan di atas, penyakit yang tampak sederhana dan kadang dianggap sepele ini dapat merupakan gejala penyakit lain yang lebih serius dan karenanya harus ditangani dengan tepat. Jika sakit berlanjut, selalu kunjungi dokter untuk berkonsultasi mengenai pengobatan yang Anda butuhkan dan pencegahan yang sesuai dengan kondisi Anda.



Masuk Angin

Masuk Angin